Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa pemadanan DTSEN telah mencapai progres signifikan. Dari 3,04 juta data penduduk Surabaya, sebanyak 2,98 juta atau 97 persen telah dinyatakan padan. Sisanya, sekitar 0,02 persen masih diverifikasi ulang melalui koordinasi antarinstansi.
“Proses ini sudah berjalan baik. Data yang tidak padan sedang kami cek ulang bersama Pemkot Surabaya,” ujar Amalia dalam siaran pers, Senin (14/7/2025).
Pemutakhiran data DTSEN menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai variabel utama. Proses pemadanan mencakup 34 indikator sosial-ekonomi, termasuk perumahan, pendidikan, pekerjaan, hingga status kesehatan.








