SURABAYA | MDN – Menjelang pergantian tahun, Surabaya memilih bersuara jernih.
Arek Suroboyo didukung Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh Forkopimda Plus, menyatakan ikrar bersama melawan segala bentuk premanisme dan merawat harmoni Kota Surabaya.
Di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (31/12/2025), sekitar 2.800 warga dari berbagai suku, organisasi kemasyarakatan, agama, komunitas, hingga pengemudi ojek daring, menyatukan suara dalam Deklarasi Surabaya Bersatu. Ini bukan kerumunan biasa. Ini pernyataan sikap kolektif.
Ikrar dipimpin 27 Kepala Suku yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya, diikuti seluruh Arek Suroboyo yang hadir, termasuk ASN Pemkot Surabaya dan jajaran Forkopimda Plus.
Ketika para pemimpin suku berdiri sejajar dan memimpin ikrar, pesan yang lahir bukan simbolik semata, melainkan legitimasi sosial lintas identitas.
Isi deklarasi tegas terang, menolak premanisme, menjunjung hukum dan kemanusiaan, menjaga keamanan secara gotong royong, berani melapor, serta mendukung penuh program pemerintah untuk Surabaya yang aman, damai, dan tertib.
DEKLARASI SURABAYA BERSATU
Kami masyarakat Kota Surabaya berikrar:
1. Menolak segala bentuk premanisme, kekerasan, pemerasan, dan tindakan melanggar hukum yang meresahkan masyarakat.







