Bersama WHO, MER-C Kirim Tim Relawan ke Gaza secara Bergantian
Bekerjasama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO), MER-C sudah tiga kali mengirim tim relawan medis ke Jalur Gaza. Namun tim gelombang ketiga yang harusnya bergantian dengan tim keempat, belum bisa meninggalkan Gaza karena memburuknya situasi pasca operasi militer Israel ke kota itu. Sembilan relawan medis dan tiga relawan non-medis yang ada dalam tim etape ketiga bersama seluruh tim EMT dari berbagai negara hingga kini masih bertahan di sana. Tim EMT MER-C Indonesia etape ketiga itu terdiri dari satu dokter spesialis bedah plastik, satu dokter spesialis bedah ortopedi, satu dokter spesialis kedokteran keluarga, satu dokter umum, empat perawat dan tiga staf non-medis.
Arief mengatakan tim EMT MER-C gelombang keempat saat ini berada di Ibu Kota Kairo, Mesir, menunggu membaiknya situasi di perbatasan Rafah. Tim keempat terdiri dari satu dokter spesialis kandungan, satu dokter spesialis bedah, satu dkter spesialis anestesi, satu dokter umum, satu dokter gigi, dan dua perawat.
Dalam jumpa pers di Jakarta, penghubung EMT MER-C dengan WHO Marissa Noriti mengatakan jika situasi perlintasan Rafah belum aman, maka ada wacana agar tim EMT medis ini masuk dan keluar dari Gaza melalui perlintasan Karim Abu Salim atau Nitzana. Sejauh ini mereka terus menerus melakukan koordinasi untuk memastikan tim medis gelombang ketiga dapat keluar, dan tim gelombang keempat dapat menyebrang masuk ke Gaza denga naman.
Pengamat Kritisi Sikap Negara Arab yang Normalisasi Hubungan dengan Israel
Pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia Yon Machmudi mengatakan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus bersatu membela Palestina secara optimal.








