Seruan Kampus dan Masyarat Madani Bagai Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

  • Whatsapp
Seorang partisipan acara Maklumat Trisakti Melawan Tirani mengenakan kaus bertuliskan "Jaga Reformasi 98 Demokrasi Indonesia Lebih Baik", Jakarta, 9 Februari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)

“Kami mendesak presiden untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan dalam pemilu 2024. Kami menolak ketidaknetralan presiden karena merusak demokrasi, mengoyak keadilan dan memecah bangsa, serta menolak penyalahgunaan kekuasaan dalam mendukung pasangan calon dengan melanggar konstitusi, mengukuhkan nepotisme, oligarki dan patriarki,” kata aktivis perempuan senior, Zumrotin Susilo, membacakan seruan dari Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM.

Zumrotin pernah menjabat di sejumlah lembaga internasional dan dalam negeri.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mewakili 500an perempuan yang berunjuk rasa, Zumrotin mengatakan presiden telah meninggalkan nilai-nilai demokrasi berperspektif perempuan dan tidak menganggap penting seruan moral dan kritik, tidak saja dari kelompok-kelompok perempuan, tetapi juga organisasi masyarakat sipil dan universitas-universitas.

Guru Besar Universitas Trisakti Dadan Umar Daihani (tengah) dalam acara pembacaan Maklumat Trisakti Melawan Tirani di Tugu 12 Mei Reformasi, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)
Guru Besar Universitas Trisakti Dadan Umar Daihani (tengah) dalam acara pembacaan Maklumat Trisakti Melawan Tirani di Tugu 12 Mei Reformasi, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)

Universitas Trisakti Ingatkan Peristiwa Reformasi 1998

Seakan mengikuti jejak Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan lebih dari 70an kampus terkemuka lain se-Indonesia, pada hari Jumat pula sejumlah mahasiswa, guru besar, dosen serta alumni Universitas Trisakti menyuarakan hal yang sama di Tugu 12 Mei Reformasi, Jakarta. Mereka juga membacakan maklumat Trisakti Melawan Tirani.

Guru Besar Universitas Trisakti Dadan Umar Daihani mengingatkan kembali peristiwa reformasi yang terjadi 26 tahun lalu yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti, dan menegaskan bahwa Indonesia yang selalu mengedepankan etika dan norma, adalah milik semua orang.

“Bagaimana mungkin negara ini akan baik membawa kita semua ke arah yang benar kalau cara-cara yang dilakukan untuk memilih pimpinan saja sudah tidak beradab, tidak melakukan keadaban,” ujar Dadan seraya menambahkan bahwa saat ini penguasa seakan menjadi pemilik negeri.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid, yang juga alumni Universitas Trisakti, mengatakan mereka berkumpul di Tugu 12 Mei Reformasi untuk menjaga cita-cita dari mereka yang tewas dalam perjuangan reformasi 98 yaitu memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Pemerintah saat ini, ujarnya, khususnya presiden, pimpinan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperlihatkan “pengkhianatan” terhadap pemberantasan KKN.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, yang juga alumni Trisakti, menghadiri acara Maklumat Trisakti Melawan Tirani di Jakarta, Jumat, 9 Februari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, yang juga alumni Trisakti, menghadiri acara Maklumat Trisakti Melawan Tirani di Jakarta, Jumat, 9 Februari 2024. (Foto: Indra Yoga/VOA)

Untuk itu ia mendukung suara dari sivitas akademika dan masyarakat yang terpinggirkan untuk merebut kembali kedualatan rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *