Seoul Perkirakan 1.100 Tentara Korut Gugur di Perang Rusia-Ukraina
Temuan terbaru tersebut sejalan dengan laporan Badan Intelijen Nasional, yang menginformasikan kepada anggota parlemen bahwa “Rusia kemungkinan menawarkan imbalan” atas kontribusi militer Korea Utara, termasuk “memodernisasi persenjataan konvensionalnya.”
Korea Utara dan Rusia sepakat untuk memperkuat hubungan militer mereka sejak invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.
Pakta pertahanan strategis antara Pyongyang dan Moskow, yang disepakati pada Juni lalu, resmi berlaku mulai bulan ini.
Para ahli menyatakan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sangat berambisi untuk mendapatkan teknologi canggih dari Rusia serta pengalaman tempur untuk pasukannya.
Korea Selatan dan Ukraina mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka akan memperkuat kerja sama keamanan sebagai respons terhadap “ancaman” yang ditimbulkan oleh pengerahan pasukan Korea Utara, meskipun tidak ada pembahasan mengenai kemungkinan pengiriman senjata dari Seoul ke Kyiv.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan pada awal November bahwa Seoul “tidak menutup kemungkinan untuk memasok senjata” ke Ukraina. Langkah itu bertolak belakang dengan kebijakan sebelumnya yang melarang penjualan senjata ke negara-negara yang sedang berkonflik.
Militer Korea Utara terlihat membangun pagar baru sepanjang 40 kilometer di perbatasan dengan Korea Selatan. Mereka juga melakukan uji coba pagar kawat berduri listrik dengan menggunakan sesuatu yang tampak seperti kambing. [Red]#VOA








