Semakin Kuat, Seruan agar PM Israel Mundur

  • Whatsapp

Selain Schumer yang menyerukan pemilu baru di Israel, Presiden Joe Biden menuduh Netanyahu melemahkan Israel karena besarnya jumlah korban sipil yang berjatuhan di Jalur Gaza.

Partai Republik di AS dan pejabat Israel dengan cepat mengungkapkan kemarahan mereka atas kritik Schumer dan menuduh pemimpin Partai Demokrat itu melanggar aturan tak tertulis untuk tidak mencampuri urusan politik elektoral sekutu dekat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sementara itu, ribuan warga Israel turun ke jalan Sabtu (16/3) malam. Mereka menuntut disetujuinya kesepakatan pembebasan sandera yang diculik Hamas, sekaligus digelarnya pemilihan umum.

Polisi Israel menggunakan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang menuntut pemerintahan Netanyahu mengundurkan diri.

Mereka marah pada cara Netanyahu dan pemerintahannya mengelola perang melawan Hamas, yang kembali pecah setelah kelompok militan Palestina itu melancarkan serangan mendadak ke Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 warga Israel. Hamas juga menyandera sekitar 250 orang.

“Kita harus menyetujui perjanjian perdamaian, kita harus memulangkan para sandera dan kita harus mendirikan otoritas pemerintahan yang bisa diandalkan di Gaza agar kita bisa melanjutkan hubungan damai antara kita dan Gaza, dan antara semua negara di sekitar sini. Yang kami benar-benar inginkan adalah perdamaian,” kata Yehuda Halper, salah seorang pengunjuk rasa.

Guy Ginat, pengunjuk rasa lainnya, menuturkan, “Kami ingin pemerintahan ini menganggap kami serius (bahwa mereka harus) mundur. Dan kami ingin agar negara kami menjadi milik rakyat, bukan milik sekelompok kecil diktator yang menganggap diri mereka sebagai pusat dunia, bahwa semuanya milik mereka.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *