Seleksi Pemagangan ke Jepang di Kabupaten Kediri 2026, Ratusan Peserta Ikuti Tahapan Rekrutmen

  • Whatsapp

“Jadi lulus rekrutmen hari ini bukan berarti langsung berangkat ke Jepang. Mereka masih harus mengikuti proses pelatihan, pembentukan kedisiplinan, peningkatan kemampuan bahasa Jepang, peningkatan kompetensi dan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sesuai ketentuan,” terang Ibnu.

Ia menambahkan, khusus program yang dilaksanakan kali ini, peserta yang direkrut merupakan laki-laki. Untuk program lainnya, peluang bagi peserta perempuan dapat dibuka sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Terkait tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kediri, Ibnu menyebut angka terakhir berada di kisaran 4,7 persen, turun dibandingkan angka sebelumnya sekitar 5,1 persen. Namun, angka TPT tahun berjalan masih menunggu hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Ibnu berharap program pemagangan ke Jepang dapat menjadi investasi sumber daya manusia bagi Kabupaten Kediri.

“Ini merupakan investasi sumber daya manusia. Ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman magang di Jepang, mereka akan membawa pulang keterampilan, pengalaman dan modal yang sangat berharga, baik bagi dirinya sendiri maupun ketika nantinya berkarya di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Sonny Subroto dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pemagangan ke Jepang merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan IM Japan yang bertujuan membentuk sumber daya manusia yang kompeten, disiplin dan memiliki etos kerja.

“Program ini bukan semata-mata memberikan kesempatan kepada peserta untuk bekerja di Jepang, tetapi merupakan program pemagangan yang bertujuan membentuk kompetensi, keterampilan, kedisiplinan, etos kerja serta karakter peserta agar menjadi sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan tidak menganggap proses tersebut sebagai sesuatu yang harus ditakuti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *