“Kami masih menerima laporan visual banyak masyarakat di lokasi terdampak yang kembali mengecek rumah dan mencari anggota keluarganya,” ujar Abdul Muhari.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), P. Hadi Wijaya, mengatakan status Gunung Lewatobi Laki-laki telah ditingkatkan dari level III (siaga) ke level IV (awas).
“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanis pada Gunung Lewatobi Laki-laki sehingga tingkat aktivitas gunung api itu naik menjadi level IV atau awas,” jelas Hadi melalui keterangan tertulisnya.
Hadi juga mengungkapkan, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewatobi Laki-laki, terutama, “Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di daerah Dulipali, Padang Pasir, dan Nobo,” kata Hadi.
Menurut catatan PVMBG, gunung tertutup asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang, dan tebal dengan ketinggian sekitar 20 hingga 2.000 meter dari puncak.
“Tinggi kolom erupsi rata-rata 500 sampai 2.000 meter dari puncak. Pada 1 November 2024 juga terjadi erupsi strombolian dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter dari puncak dan terlihat adanya sinar api yang memancar saat erupsi,” pungkas Hadi. [Red]#VOA









