Satu WNI Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh

  • Whatsapp

Sistem kuota ini juga mencakup kuota untuk anggota etnis minoritas, serta penyandang disabilitas dan transgender, yang dipotong dari 26 persen menjadi dua persen dalam keputusan tersebut.

Merasa tuntutannya tidak didengar, para demonstran menyerukan seluruh warga untuk tidak membayar pajak dan tagihan listrik, serta tidak masuk kerja pada Minggu, yang merupakan hari kerja di Bangladesh. Kantor dan fasilitas umum tetap buka, tetapi warga menemui kesulitan untuk melakukan perjalanan karena tidak berfungsinya layanan transportasi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kerusuhan tak terhindarkan sejak Minggu ketika para demonstran yang marah memblokir jalan raya utama di Dhaka, menyerang rumah-rumah dan merusak kantor kesejahteraan masyarakat di daerah di mana ratusan aktivis partai yang berkuasa menjabat.

Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan pendukung pro-pemerintah, setelah pengunjuk rasa anti-kuota menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di kawasan Bangla Motor, di Dhaka, Bangladesh, 4 Agustus 2024. (Foto: Reuters)
Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan pendukung pro-pemerintah, setelah pengunjuk rasa anti-kuota menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di kawasan Bangla Motor, di Dhaka, Bangladesh, 4 Agustus 2024. (Foto: Reuters)

Sedikitnya 11.000 orang telah ditangkap dalam beberapa minggu terakhir.

Pemerintahan Hasina menyalahkan oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh dan partai sayap kanan Jamaat-e-Islami yang kini dilarang, serta sayap mahasiswa mereka yang menyulut kekerasan, di mana beberapa perusahaan milik negara juga dibakar atau dirusak.

Setelah pengunduran diri Hasina, Panglima Angkatan Darat Bersenjata Jendral Waker-uz-Zaman mengatakan akan membentuk pemerintahan sementara di negara berpenduduk 170 juta jiwa itu. [Red]#VOA