Satu WNI Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh

  • Whatsapp

Seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas dalam kebakaran di hotel berbintang lima yang menjadi tempat penginapannya di Bangladesh. Kebakaran itu dipicu oleh aksi kerusuhan yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Sedikitnya 24 orang tewas dan 150 lainnya luka-luka dalam kebakaran Hotel Zabeer International di Jashore, Bangladesh, Senin (5/8). Hotel ini dibakar para pengunjukrasa yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang sudah berkuasa selama 15 tahun. Hasina mundur dan melarikan diri ke India pada Senin sore, setelah ribuan pengunjuk rasa mendekati kediaman pribadinya.Di antara korban tewas dalam kebakaran hotel itu terdapat seorang warga negara Indonesia. Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, dalam keterangan pers di Jakarta mengatakan warga Indonesia berinisial DU itu baru saja tiba di Bangladesh pada 1 Agustus untuk melakukan kunjungan bisnis.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha. (VOA/Indra Yoga)
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha. (VOA/Indra Yoga)

Kementerian Luar Negeri, tambahnya, telah menghubungi keluarga DU di Indonesia untuk menyampaikan belasungkawa dan akan memfasilitasi repatrasi jenazah, bekerja sama dengan perusahaan tempat almarhum bekerja.

“KBRI Dhaka memperoleh informasi dari otoritas setempat mengenai adanya seorang WNI dengan inisial DU, usia 50 tahun yang menjadi korban meninggal akibat kerusuhan yang ada di Dhaka,” jelasnya.

Saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka telah meningkatkan status kedaruratan dari Siaga III menjadi Siaga II. Untuk meningkatkan kewaspadaan, seluruh WNI di Bangladesh diminta mengurangi aktivitas luar rumah untuk hal-hal non-esensial, serta menghindari kerumunan massa dan lokasi-lokasi demonstrasi. Sementara WNI yang berencana hendak ke Bangladesh, diminta menangguhkan rencana mereka hingga situasi keamanan terkendali.

Judha menyampaikan harapan agar seluruh WNI di Bangladesh yang berjumlah 577 orang membuka komunikasi dengan pihak berwenang dan mengikuti langkah-langkah kontigensi yang ditetapkan KBRI Dhaka. Mayoritas WNI di Bangladesh menikah dengan warga negara setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *