SIDOARJO | DN – Sebanyak 19 Pedagang Kaki Lima (PKL) di Sidoarjo menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) setelah kedapatan berjualan di lokasi terlarang. Sidang yang berlangsung pada Kamis (22/5/2025) di kantor Satpol PP Sidoarjo ini merupakan tindak lanjut dari penertiban yang dilakukan terhadap PKL yang memanfaatkan trotoar dan bahu jalan, terutama di sekitar flyover Waru dan kawasan Gading Fajar Sidoarjo.
Sebelum persidangan dimulai, Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menyempatkan diri menemui para PKL yang terjaring razia. Ia mengingatkan agar mereka tidak kembali berjualan di tempat yang melanggar aturan, karena Satpol PP tidak akan ragu untuk bertindak tegas.
Bacaan Lainnya
- Balap Merpati Jadi Motor Ekonomi, Sidoarjo Siapkan Even Nasional SIDOARJO | MDN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan dukungan penuh terhadap geliat komunitas hobi balap merpati yang kian berkembang pesat. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menyebut aktivitas ini bukan sekadar hiburan, melainkan ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan peternak, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata lokal. Hal itu disampaikan Subandi saat membuka lomba balap merpati Selekda & Liga Jatim Bersatu (LJB) di Area PPLS Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (1/5/2026). Ia menilai antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa balap merpati dapat menjadi daya tarik sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. “Agenda ini penting, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Kita akan siapkan kegiatan berskala nasional agar peternak merpati tumbuh dan UMKM ikut bergerak,” tegas Subandi. Bupati menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya berupa fasilitasi izin, tetapi juga pengalokasian anggaran untuk mendukung operasional dan hadiah lomba. Ia menekankan agar kegiatan tetap tertib dan kondusif, serta mengingatkan agar tidak ada praktik perjudian yang dapat merusak citra komunitas. Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, H. Sutoyo Handiman, menyambut baik langkah Pemkab. Menurutnya, dukungan pemerintah dengan memplotkan lahan PPLS sebagai sentra wisata dan budaya merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap komunitas. “Peserta kali ini mencapai 1.500 orang, bukan hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari luar Pulau Jawa seperti Medan, Sumatera Utara. Ini menunjukkan balap merpati punya magnet besar,” ungkap Sutoyo. Gelaran Selekda dan Liga Jatim Bersatu sendiri bertujuan mencari enam juara terbaik untuk mewakili daerah di tingkat nasional. Dengan adanya fasilitas permanen dan dukungan anggaran, diharapkan komunitas merpati balap semakin solid dan mampu melahirkan atlet berprestasi di kancah nasional.
- Tuban Siapkan Era Baru Pendidikan! Data Terpadu Jadi Senjata Utama SPMB 2026
- Forkopimda Sidoarjo Gaspol! 60% Desa Siap Gerai Koperasi Merah Putih
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Jangan berjualan sembarangan, trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang. Kalau masih melanggar, gerobak akan disita dan akan disidang lagi,” tegas Wabup Mimik.
Selain itu, ia meminta para pedagang untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Sidoarjo dengan tidak memanfaatkan bahu jalan yang bisa mengganggu lalu lintas dan membahayakan diri mereka sendiri.
Post Views: 43,632