“Kami berharap sidang ini memberi efek jera kepada PKL yang masih melanggar. Sebelumnya, jumlah pelanggar yang disidang bisa mencapai 34 orang, tapi sekarang sudah mulai berkurang menjadi 19 orang,” jelasnya.
Sidang Tipiring yang dipimpin oleh Hakim Yeni Eko Purwaningsih, S.H., M.Hum, menjatuhkan denda sebesar Rp. 100 ribu kepada setiap pelanggar. Jika tidak mampu membayar, mereka harus menjalani kurungan selama 15 hari. Selain itu, pelanggar juga dikenakan biaya perkara sebesar Rp. 5 ribu, sebelum akhirnya barang bukti dikembalikan kepada mereka setelah pembayaran denda dan biaya perkara selesai.
Bacaan Lainnya
- Balap Merpati Jadi Motor Ekonomi, Sidoarjo Siapkan Even Nasional SIDOARJO | MDN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan dukungan penuh terhadap geliat komunitas hobi balap merpati yang kian berkembang pesat. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menyebut aktivitas ini bukan sekadar hiburan, melainkan ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan peternak, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata lokal. Hal itu disampaikan Subandi saat membuka lomba balap merpati Selekda & Liga Jatim Bersatu (LJB) di Area PPLS Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (1/5/2026). Ia menilai antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa balap merpati dapat menjadi daya tarik sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. “Agenda ini penting, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Kita akan siapkan kegiatan berskala nasional agar peternak merpati tumbuh dan UMKM ikut bergerak,” tegas Subandi. Bupati menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya berupa fasilitasi izin, tetapi juga pengalokasian anggaran untuk mendukung operasional dan hadiah lomba. Ia menekankan agar kegiatan tetap tertib dan kondusif, serta mengingatkan agar tidak ada praktik perjudian yang dapat merusak citra komunitas. Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, H. Sutoyo Handiman, menyambut baik langkah Pemkab. Menurutnya, dukungan pemerintah dengan memplotkan lahan PPLS sebagai sentra wisata dan budaya merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap komunitas. “Peserta kali ini mencapai 1.500 orang, bukan hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari luar Pulau Jawa seperti Medan, Sumatera Utara. Ini menunjukkan balap merpati punya magnet besar,” ungkap Sutoyo. Gelaran Selekda dan Liga Jatim Bersatu sendiri bertujuan mencari enam juara terbaik untuk mewakili daerah di tingkat nasional. Dengan adanya fasilitas permanen dan dukungan anggaran, diharapkan komunitas merpati balap semakin solid dan mampu melahirkan atlet berprestasi di kancah nasional.
- Tuban Siapkan Era Baru Pendidikan! Data Terpadu Jadi Senjata Utama SPMB 2026
- Forkopimda Sidoarjo Gaspol! 60% Desa Siap Gerai Koperasi Merah Putih
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan adanya sidang ini, Pemkab Sidoarjo berharap para PKL dapat lebih mematuhi aturan, sehingga tercipta lingkungan kota yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat. [Swd]
Post Views: 43,633