-
RSUD RT Notopuro: 267 santri
-
RS Siti Hajar: 57 santri
-
RS Fatimah: 22 santri
-
RS Delta Surya: 14 santri
-
RS Pusura: 13 santri
-
RS Porong: 8 santri
-
Klinik Azka: 8 santri
Bupati Sidoarjo, Subandi, yang meninjau langsung kondisi para korban memastikan seluruh santri telah menerima perawatan medis secara maksimal. Ia mengimbau para orang tua santri agar tetap tenang karena situasi telah terkendali.
“Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun. Persoalannya hanya diare-diare saja. Insyaallah tinggal pemulihan,” tegas Subandi.
Pihak pesantren mengonfirmasi bahwa makanan yang dikonsumsi santri sebelum insiden merupakan kiriman dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di kawasan Kalitengah, Tanggulangin. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadwalkan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas penyedia paket makanan tersebut.
Menyusul kepanikan warga, Ketua Asrama Putra Ponpes Manba’ul Hikam, Ferdiansyah, membantah keras kabar burung di media sosial yang menyebutkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Saya tegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia, kabar itu murni hoaks,” ujar Ferdiansyah mendampingi proses pendataan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian setempat bersama dinas kesehatan masih menginvestigasi penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut. Petugas telah mengambil sampel makanan dari SPPG serta sampel medis pasien untuk diuji secara laboratorium. [SWD]








