Pemerintah Kabupaten Lamongan sebelumnya mengklaim telah melakukan berbagai upaya, termasuk pompanisasi. Namun, menurut para santri, kenyataan di lapangan justru menunjukkan banjir semakin meluas. “Pemerintah bilang sudah maksimal, tapi faktanya banjir malah makin parah,” tegas Maulana.
Melalui aksi sederhana ini, para santri berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan permanen. Mereka menuntut agar penanganan banjir tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri, sehingga aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat tidak terus terganggu setiap musim hujan. [NH]







