Genangan air yang menetap membuat permukaan jalan licin dan ditumbuhi lumut. Kondisi tersebut menimbulkan risiko bagi pengguna jalan. Seorang jurnalis bahkan sempat terjatuh saat meliput aksi santri, menegaskan betapa berbahayanya situasi di lokasi tersebut.
Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatulloh, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa jengah santri terhadap kondisi yang tak kunjung membaik. “Sudah empat bulan lebih banjir ini menggenangi pesantren dan jalan. Kami berinisiatif bersama-sama menguras agar segera ada perubahan,” ujarnya.







