Safari Ramadan Membasuh Luka Palestina
Sudarnoto berharap pasca dikeluarkannya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mendesak dilakukannya gencatan senjata segera di Gaza pekan lalu, ada langkah-langkah terukur sesuai dengan resolusi hingga Palestina memperoleh kemerdekaannya.
Menlu: Resolusi DK PBB adalah Wujud Usaha Banyak Negara Untuk Membela Palestina
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang hadir dalam acara penutupan Safari Ramadan itu di gedung DPR/MPR Jakarta Senin lalu mengatakan sejak berkecamuknya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober lalu, untuk pertama kalinya Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang memerintahkan gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Retno menilai resolusi ini merupakan suatu kemajuan luar biasa dari berbagai upaya banyak negara yang mendesak diwujudkannya gencatan senjata di Gaza. Termasuk Indonesia, yang sejak perang berawal telah keliling ke banyak negara untuk menggalang dukungan bagi Palestina.
“Saat ini yang terus kita dorong dengan adanya resolusi tersebut adalah implementasi dari resolusi ini. Karena kita tahu tanpa impelemntasi, resolusinya hanyalah akan berupa sebuah kertas tanpa makna sebagaimana resolusi-resolusi lain Dewan Keamanan PBB mengenai Palestina,” katanya.
Menurut Retno, seandainya resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Palestina diterapkan dan semua negara, terutama lima negara pemegang hak veto, berkomitmen untuk menerapkan resolusi-resolusi ini, pasti situasi Palestina tidak akan seperti sekarang.








