“Keterbatasan armada menjadi kendala utama. Jika rute diperpanjang sampai Surabaya, waktu tempuh akan lebih lama dan perputaran kapal berkurang,” jelasnya, Minggu (22/2/2026).
Menurut Ferdy, perpanjangan rute berisiko mengurangi frekuensi kunjungan kapal ke Tarakan dan dapat mengganggu pola pelayanan yang sudah berjalan.








