Robot AI Pantau Kesehatan Perkebunan Tulip di Belanda

  • Whatsapp
Theo, robot AI bekerja untuk memeriksa perkebunan tulip Belanda guna mencari bunga-bunga "yang mengidap penyakit" di kota Noordwijkerhout, Belanda.

Erik de Jong dari H2L Robotics, perusahaan yang membuat robot itu, mengatakan bahwa kecerdasan buatan membantu mereka mengidentifikasi bunga yang sakit dan secara presisi menunjuk bunga yang perlu dihancurkan dengan menggunakan titik koordinat.

“Jantung mesin ini adalah pengetahuan yang kita masukkan ke dalam model AI-nya. Pengetahuan itu berasal dari para petani tulip. Jadi, kami menggunakan ilmu para petani tulip. Kami menggabungkannya ke dalam sebuah model AI, lalu ke dalam mesin ini. Pengetahuan itu digunakan oleh tiga kamera di mesin ini untuk mengambil foto dari tiga sudut pandang berbeda. Foto dari berbagai sudut pandang itu dikombinasikan untuk mencari secara pasti titik koordinat tanaman yang sakit, dengan menggunakan antena GPS yang terletak di atas mesin itu,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kemampuan dan efisiensi Theo pun dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Robot itu dijual seharga 185.000 euro, atau sekitar Rp3,2 miliar.

“Anda bisa membeli mobil sport sangat bagus dengan robot ini. Namun, saya lebih memilih punya robot ini, karena mobil sport tidak bisa mencabut tanaman tulip yang sakit dari kebun kami. Harganya memang mahal, tapi semakin sedikit orang yang benar-benar bisa mengenali tulip yang sakit dengan mata telanjang. Jadi, merupakan sebuah kebutuhan bagi kami untuk membeli robot ini, karena ‘pelacak penyakit’ di kebun tulip kami semakin menyusut,” tambah Allan.

Sebagai bagian dari upaya untuk memerangi virus yang menjangkiti tulip, terdapat 45 robot yang dikerahkan untuk berpatroli di kebun-kebun tulip di seantero Belanda seiring menghangatnya cuaca dan semakin dekatnya puncak musim. [Red]#VOA