Rawan Pangan di Gaza, Anak-anak Kelaparan Penuhi Bangsal Rumah Sakit
Rumah sakit Kamal Adwan, yang merawat Fadi, juga merawat sebagian besar dari 27 anak. Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan mereka meninggal karena mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi dalam beberapa pekan terakhir.
Korban lainnya meninggal di Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza, juga di bagian utara, demikian disampaikan oleh kementerian. Sementara itu, di kota paling selatan, Rafah, dimana agensi bantuan PBB menyatakan lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari serangan Israel.
Reuters melihat 10 anak-anak yang mengalami kekurangan gizi parah selama kunjungan pekan lalu ke pusat kesehatan al-Awda di Rafah. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah kematian yang dilaporkan oleh kementerian tersebut.
Tanpa tindakan segera, kelaparan akan melanda antara Maret dan Mei di Gaza utara, di mana 300.000 orang terjebak akibat pertempuran, kata pengawas kelaparan dunia, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), dalam sebuah evaluasi pada Senin.
Badan militer Israel yang menangani pengiriman bantuan ke Gaza, COGAT, tidak secara spesifik menanggapi pertanyaan Reuters tentang kematian anak-anak akibat kelaparan dan dehidrasi. Dikatakan Israel tidak membatasi jumlah bantuan yang bisa masuk.
Setelah peninjauan IPC, juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy memposting di X bahwa jumlah truk makanan telah meningkat pada Maret dan bahwa Israel mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan “upaya pengiriman” ke utara.
Gedung Putih merujuk pada komentar Reuters dari penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, yang mengatakan tanggung jawab untuk mengatasi kelaparan yang akan datang “pertama dan terutama dimulai dari Israel.”
Kepala USAID Samantha Power mengatakan penilaian IPC menandai “tonggak sejarah yang mengerikan” dan meminta Israel untuk membuka lebih banyak jalur darat.
Menanggapi pertanyaan Reuters mengenai laporan IPC, pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan Perdana Menteri Israel Benyamin Netenyahu “menentang dunia dan melakukan pembunuhan terhadap rakyat Palestina di Gaza dengan bom dan kelaparan.”









