Ditambahkannya, mereka diiming-imingi pekerjaan dan melakukan scamming. KBRI Yangon mencatat hingga kini ada 63 warga Indonesia di Myawaddy. Dari jumlah itu, 38 orang ada di Paluh.
Puluhan WNI yang berusia antara 20-30 tahun itu kebanyakan berasal dari Sumatera Utara, Bali, dan Jawa Timur.
Lebih jauh Judha menjabarkan pola penipuan yang sama, yakni ditawari bekerja – dan kebanyakan ditawarkan bekerja di Thailand – tapi kemudian dibawa ke Myanmar. Upaya penyelamatan dan evakuasi diperkirakan akan membutuhkan waktu karena Myawaddy merupakan bagian dari daerah konflik bersenjata.
Sejak tahun 2020 ada 3.703 kasus online scam yang sudah ditangani Kementerian Luar Negeri, di mana para korban telah dipulangkan ke Indonesia. Namun kasus serupa kerap terulang.









