
Prabowo Resmi Lantik Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih

Selain itu, menurutnya, yang juga menjadi fokus kementeriannya adalah bagaimana melindungi anak-anak muda Indonesia dari pengaruh buruk internet, terasuk judi online dan pinjaman online ilegal.
“Kita juga akan melihat bagaimana internet ini ramah anak, ada intangible loss, sebagaimana judi online ada intangible loss, atau kehilangan-kehilangan yang kita tidak rasakan dari internet yang tidak tertata dengan baik, ada kekerasan anak di situ, trafficking anak, pornografi anak. Ini yang akan kita coba benahi dengan pembobotan baru yaitu memasukkan kata digital. Diluar itu tentu internet merata dan murah menjadi salah satu yang juga fokus, kemarin kita sudah mencapai 98 persen jangkauan internet se-Indonesia, tetapi dengan 2G. Jadi ada beberapa daerah yang sudah terjangkau tetapi internetnya masih amat pelan. Jadi nanti kita dorong internet yang lebih merata dan cepat,” jelas Meutya.
Luhut Binsar Pandjaitan secara mengejutkan hadir dalam pelantikan menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. Luhut dilantik menjadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Secara singkat kepada wartawan, ia mengaku diminta oleh Prabowo untuk membantu meningkatkan tata kelola nasional lebih baik lagi salah satunya dengan digitalisasi agar lebih efisien.
“Jadi source of revenue kita seperti e-catalog, Simbara, batu bara, nikel, dan kelapa sawit dan juga government technology itu jadi target Presiden Prabowo. Saya pikir kita bisa lakukan lah kalau kita kerjakan bersama-sama. Mestinya 1-2 tahun ini. Quick win Pak Presiden Prabowo saya kira e-catalog versi 6 sudah bisa luncurkan oleh beliau segera dan itu akan membuat 85 persen government procurement ada di sana,” jawab Luhut.
Pengamat: Kabinet Gemuk Potensi Ciptakan Kinerja Tidak Efektif dan Tumpang Tindih Kebijakan
Peneliti Center for Strategy and International Studies (CSIS) Nicky Fahrizal mengungkapkan meskipun kabinet Merah Putih termasuk kabinet gemuk, sebenarnya bisa bekerja secara efektif asalkan ada koordinasi, sinkronisasi, integrasi dan komunikasi yang baik antar kementerian dan lembaga. Namun, apabila satu hal tidak tercapai, maka akan sulit untuk menghasilkan kinerja yang bagus.









