Prabowo: Banyak Ketum Parpol Ajukan Calon Menteri dari Kalangan Profesional

  • Whatsapp
FILE - Menteri Pertahanan dan presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, berpidato dalam kongres partai NasDem di Jakarta, 27 Agustus 2024. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

“Saya kira ini harapan untuk menjawab keragu-raguan publik. Saya mengapresiasi, karena walaupun saya mengkritik tajam terhadap kabinet yang gemuk itu, karena bisa terjebak tidak efisien, tidak efektif, tetapi saya juga memberikan apresiasi, ketika menteri-menteri yang dipanggil itu mayoritas dari para teknokrat,” tuturnya.

Dalam wawancara terpisah, pengamat politik Ujang Komaruddin melihat pilihan Prabowo terhadap calon menteri dan wakil menteri yang akan membantunya dalam pemerintahannya merupakan keberlanjutan dari sebagian kebijakan yang telah dilakukan oleh Jokowi sebelumnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain itu, ia menilai bahwa Prabowo terlihat cukup selektif dalam pemilihan orang-orang yang akan membantunya dalam pemerintahan, dimana orang-orang ini haruslah sosok yang memang ahli dan kompeten dalam bidangnya masing-masing.

Meski begitu, ia masih melihat kentalnya akomodasi politik dalam penyusunan kabinet.

“Bagaimanapun karena menteri banyak dari partai juga, ya ini power selling, akomodasi kepentingan. Dan ini bukan suatu hal yang haram, dalam teori dibolehkan yang penting bagaimana mencari figur yang pas, yang cocok yang sesuai dengan bidangnya masing-masing di kementerian itu. Saya melihatnya bahwa tetap saja penyusunan kabinet itu dalam pemerintahan kalau itu basisnya basis koalisi, maka akan ada power selling, akan ada akomodasi politik tetapi memang harus diperketat,” ungkap Ujang kepada VOA.

Ketika ditanya, apakah koalisi gemuk yang terulang kembali ini akankah efektif? Menurutnya, hal tersebut akan dijawab oleh waktu.
“Dalam konteks itu kita melihat bahwa ini prerogatif presiden, kita nilai ketika mereka bekerja. Tentu ada plus dan minusnya kabinet yang gemuk itu, plusnya ada pemecahan kementerian, yang menurut saya itu bisa meningkatkan kinerja,” jelasnya.

Pemilihan kalangan professional ini juga, katanya merupakan gaya atau perbedaan yang cukup mencolok antara Jokowi dan Prabowo.

“Bisa jadi ini harapan baru, gaya baru, ada diferensiasi dengan kabinet Jokowi terkait pemilihan teknokrat. Tetapi apapun itu kita harus uji pengajuan nama menteri yang berbasis teknokrat itu apakah nanti bagus atau tidak, kita tunggu hasilnya ketika mereka sudah bekerja, kita nilai bersama-sama,” pungkasnya. [Red]#VOA