Prabowo: Banyak Ketum Parpol Ajukan Calon Menteri dari Kalangan Profesional

  • Whatsapp
FILE - Menteri Pertahanan dan presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, berpidato dalam kongres partai NasDem di Jakarta, 27 Agustus 2024. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

Sementara itu, Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait para calon menteri dan wakil menteri yang dipanggil oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, keputusan siapa yang dipilih merupakan hak prerogatif seorang presiden dan ia menghargainya. Terkait wajah lama menteri-menteri di kabinetnya yang kembali dipilih oleh Prabowo, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan sebuah keberlanjutan yang akan dijalankan dalam pemerintahan yang baru.

“Mengenai kurang lebih 15-16 menteri di kabinet sekarang yang juga dipilih oleh Bapak Prabowo itu juga saya kira melalui pertimbangan matang, melalui seleksi, melalui pengalaman beliau bergaul, berinteraksi dengan para menteri selama lima tahun, dan memang hampir tim ekonomi yang ada memang….. , yaitu yang namanya keberlanjutan,” ungkap Jokowi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pengamat: Calon Menteri dari Kalangan Profesional Menandakan Sebuah Harapan

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengungkapkan calon menteri dari kalangan profesional yang diusulkan oleh parpol sebuah langkah awal yang cukup baik, karena memang sudah seharusnya sebuah kementerian dipimpin oleh orang-orang yang mumpuni di bidangnya masing-masing.

“Memang tugas berat untuk seorang menteri bukan hanya memimpin kementerian tersebut tetapi juga dia harus punya pengetahuan dan keahlian untuk melaksanakan tugasnya sebagai menteri itu. kalau tidak akhirnya kemudian tidak ada guidance untuk para birokrat, akhirnya ya akan bussines as usual. Jadi saya memberikan apresiasi kepada Pak Prabowo, dan kepada parpol yang mengirimkan calon menteri itu dari kalangan professional atau teknokrat,” ungkap Lili ketika berbincang dengan VOA.

Pengajuan calon menteri yang berasal dari kalangan teknokrat yang diajukan oleh parpol ini menurutnya juga sebuah hal yang baru. Yang mana, menurutnya, kemungkinan ini merupakan arahan dari Prabowo kepada parpol untuk mengirimkan calon menteri yang pantas menduduki jabatan di pemerintahan.

Presiden terpilih Prabowo Subianto berjalan bersama Presiden Joko Widodo saat meninggalkan gedung DPR seusai menyampaikan Pidato Kenegaraan menjelang Hari Kemerdekaan di Jakarta, 16 Agustus 2024. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Presiden terpilih Prabowo Subianto berjalan bersama Presiden Joko Widodo saat meninggalkan gedung DPR seusai menyampaikan Pidato Kenegaraan menjelang Hari Kemerdekaan di Jakarta, 16 Agustus 2024. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Langkah ini diambil oleh Prabowo, menurut Lili karena mantan komandan jenderal Kopassus tersebut memahami berbagai tantangan global di masa depan yang tidak mudah.

“Pak Prabowo tahu tugas dan tantangan Indonesia ke depan dalam menghadapi era persaingan yang ketat, ekonomi dunia, persoalan perang dan lainnya. Jadi memang harus diisi oleh menteri-menteri yang punya keahlian. Soeharto dulu juga seperti itu, dalam rangka untuk membangkitkan perekonomian Indonesia, kemudian mengambil para ahli dan teknokrat untuk memimpin kementerian tersebut dan berhasil. Sayang saja terjebak kepada otoriterisme. Ini saya kira Prabowo belajar dari masa lalu, apalagi dulu ayahnya seorang teknokrat,” jelasnya.

Ia juga melihat para calon menteri yang dipanggil tersebut memiliki rekam jejak yang baik di bidangnya masing-masing. Dengan begitu, menurutnya ada harapan bahwa kebijakan yang dihasilkan kelak bisa menopang kepentingan rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *