“Para peserta juga diberikan pemahaman tata cara memilah informasi yang baik dan tidak patut agar tidak mempengaruhi tumbuh kembang psikologis generasi muda. Ini kami lakukan karena pada usia ini mereka sedang mengalami masa peralihan beranjak remaja,” ujarnya.
Menurut dia, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan para pelajar mampu menjadi anak muda tangguh di era digital, bijaksana bersosial media sehingga dapat terhindar dari tindakan perundungan sesama pelajar.
“Penggunaan sosial media yang berlebih bisa berpengaruh negatif, misalnya perundungan, aksi pornografi, termakan kabar bohong dan lainnya. Ini bisa mengakibatkan kekerasan fisik, verbal hingga kekerasan seksual, inilah yang harus kita antisipasi,” pungkasnya.[Yud]








