PM Israel: Perang dengan Hamas akan Berlangsung “Berbulan-Bulan”

  • Whatsapp
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (foto: dok).

Meskipun banyak negara telah menyerukan gencatan senjata kemanusiaan supaya dapat mengirim bantuan ke wilayah Palestina, sejah ini Presiden Amerika Joe Biden sejauh ini menolak menekan Israel untuk menghentikan pertempuran tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhir pekan lalu melangsungkan konferensi pers di mana ia mengatakan “perang sedang berlangsung” dan mengingatkan bahwa perang ini “akan berlanjut selama beberapa bulan lagi.” Ia juga berbicara tentang ancaman yang ditimbulkan Iran.

Republik Islam Iran mendukung kelompok Houthi di Yaman, kelompok yang oleh Amerika telah dinyatakan sebagai organisasi teroris. Sekutu-sekutu Barat mengatakan serangan Houthi itu telah mengganggu lalu lintas kapal dagang yang melalui Laut Merah. Gedung Putih mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengklasifikasikan kembali Houthi sebagai kelompok teror.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Anggota Partai Republik di Kongres, Mike Turner, yang berbicara di program “This Week” di stasiun televisi ABC mengatakan Gedung Putih harus melakukan lebih banyak hal untuk meredam proksi-proksi Iran.

“Pemerintahan ini sangat malu-malu untuk menanggapi eskalasi yang ditimbulkan Iran. Untuk dapat mengatasi hal ini, mereka harus melihat operasi yang dilakukan di Yaman di mana kapabilitas itu ada, di mana Iran terus menerus mendukung mereka selagi mereka menyerang wilayah kapal-kapal komersil dan menimbulkan risiko terhadap militer Amerika.”

Pusat Komando Amerika (CentCom) mengatakan Angkatan Laut Amerika telah menghancurkan beberapa kapal Houthi yang berupaya menaiki sebuah kapal kontainer di Laut Merah. Sementara militer Israel minggu ini mengklaim telah mencegat apa yang disebutnya sebagai “target udara yang tidak bersahabat” yang isinya tidak dapat diverifikasi secara independen oleh VOA.

Ketika asap membubung di atas Gaza utara pada hari Minggu, di tengah-tengah kampanye Israel yang terus berlanjut di daerah kantung itu, tampaknya akan ada lebih banyak pertumpahan darah di wilayah Palestina, sementara Israel tetap pada tujuannya untuk membumihanguskan Hamas; dan pada akhirnya semakin banyak aktor yang masuk ke dalam medan perang.  [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *