Playing victim Oknum Pengurus Yayasan SDIT Bina Insan Mulia Sebut Korban Pencabulan Ganjen

  • Whatsapp

“Anak ini korban, kenapa harus di sampaikan seperti itu, apalagi itu disampaikan pada rapat wali murid dan konferensi pers disitu,” lanjutnya.

Menurut Heru Ardi Irawan,SH., LL.M., masih ada korban lainnya, korban perbuatan tindakan asusila, namun dari para oknum pengurus Yayasan menutup – nutupi dan mengajak untuk berdamai kepada para orang tua korban.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Diduga terdapat tiga korban lainnya, termasuk seorang korban laki-laki, yang dijanjikan akan mendapatkan tanggung jawab dari pihak Yayasan dengan membebaskan biaya SPP, biaya daftar ulang, serta biaya rehabilitasi untuk pemulihan fisik dan psikologis anak,” jelas Heru sambil menunjukkan data dari pihak Yayasan tersebut.

“Disitu jelas terbukti ada korban lain dan salah satu korban juga sudah menguasakan ke kami untuk dapat membantu serta menjadi Kuasa hukumnya untuk meminta pertanggung jawaban pihak Yayasan , dan akan kami tindaklanjuti,”Ujarnya.

Dengan laporan Pengaduan ini kami berharap kepada Kapolda Jawa tengah dapat menindak lanjuti pengaduan kami, serta melakukan investigasi, karena diduga terdapat korban lainya, namun para pengurus oknum yayasan terkesan menutup nutupi kasus tersebut.

” Kami juga meminta kementerian pendidikan, LPSK, KPAI, Komnas perempuan dan Komnas Anak untuk turut mengawal kasus ini, harapannya para korban lainnya bisa mendapatkan perlindungan yang layak, ” Imbuhnya.

” Selain itu kami berharap agar yayasan sekolah tersebut dibubarkan, mengingat pihak yayasan tidak menunjukkan dukungan dan perlindungan terhadap korban, melainkan justru melakukan upaya damai, ” Pungkasnya.

[SIS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *