Walaupun ada perkiraan penurunan jumlah sumur eksplorasi di Indonesia pada paruh kedua dekade ini, Pandey menambahkan bahwa jumlah sumur eksplorasi di Malaysia diperkirakan akan tetap stabil hingga 2028. Hal itu disebabkan oleh keberhasilan putaran penawaran dalam tiga hingga empat tahun terakhir di Malaysia.
Perbaikan fleksibilitas dalam kontrak bagi hasil dan penyusunan ketentuan fiskal yang lebih baik juga telah menarik lebih banyak investasi ke wilayah ini. Pada September, pemerintah menyatakan memperbaiki persyaratan kontrak minyak dan gas yang memungkinkan kontraktor memiliki saham lebih dari 50 persen di beberapa blok baru.
“Sebagai investor yang datang dari luar negeri, kita perlu memiliki kepastian dalam hal kebijakan investasi dan regulasi di kegiatan hulu. Dan kita melihat hal itu terjadi dalam lima tahun terakhir,” kata Yuzaini Yusoff, Country Head Hulu Nasional Malaysia Petronas Carigali.
“Untuk hulu, kami fokus pada perluasan eksplorasi… Indonesia Timur adalah tempat di mana banyak cekungan yang belum dieksplorasi,” ujarnya. [Red]#VOA









