NGAWI | DN — Komitmen menjaga ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan jajaran TNI di daerah melalui pendampingan intensif. Babinsa Koramil Geneng Kodim 0805/Ngawi, Sertu Agung S., aktif terjun langsung mengikuti pelatihan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan di Balai Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis (10/9/2026).
Pelatihan yang diinisiasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Geneng ini menghadirkan angin segar bagi sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Geneng serta mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Fokus utama kegiatan difokuskan pada pengenalan dan praktik teknik penyemaian benih padi sistem kering.
Sertu Agung menegaskan, keterlibatan aparat teritorial dalam pendampingan sektor pertanian bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk mengawal keberlanjutan swasembada pangan di tingkat akar rumput.
“Metode semai kering ini memberikan alternatif efisien bagi petani dalam mengelola lahan budidaya. Kami siap mengawal dan meneruskan ilmu ini langsung kepada para petani di wilayah binaan demi menjaga produktivitas,” ungkapnya.
Penerapan teknik semai kering dinilai efektif dalam mengoptimalkan sumber daya serta meminimalkan risiko kendala pada masa awal pertumbuhan tanaman. Kehadiran mahasiswa Polbangtan Malang dalam forum tersebut juga turut menjembatani transfer pengetahuan antara teori akademis dan pengalaman empiris petani lokal.
Melalui kolaborasi lintas sektoral antara aparat, penyuluh, akademisi, dan petani, Kabupaten Geneng diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan yang adaptif terhadap metode pertanian berkelanjutan. [Don]








