Peretas China Bobol Sistem Telekomunikasi Amerika

  • Whatsapp
Prince, anggota kelompok peretas Red Hacker Alliance, sedang memantau situs web yang memonitor serangan siber global dari kantor mereka di Dongguan, Provinsi Guangdong, China, 4 Agustus 2020. (Foto: Nicolas Asfouri/AFP)

Dalam pernyataan yang dibagikan kepada VOA, tim kampanye Trump membenarkan adanya pelanggaran tersebut dan menyalahkan calon presiden dari Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, karena membiarkan hal itu terjadi.

“Ini adalah kelanjutan dari campur tangan Kamala Harris dan Partai Demokrat dalam pemilu yang tidak akan berhenti, termasuk mendorong China dan Iran menyerang infrastruktur penting Amerika, untuk mencegah Presiden Trump kembali ke Gedung Putih,” kata Steven Cheung, direktur komunikasi kampanye Trump.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Retorika mereka yang berbahaya dan penuh kekerasan telah memberikan izin kepada pihak-pihak yang ingin menyakiti Presiden Trump,” tambah Cheung.

Tim kampanye Trump tidak menanggapi pertanyaan yang menanyakan perincian lebih lanjut tentang bagaimana Harris atau tim kampanyenya memungkinkan peretasan oleh China terjadi.

Tim kampanye Harris belum menanggapi permintaan komentar VOA.

Badan-badan intelijen Amerika telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa musuh asing telah menggunakan kombinasi serangan siber dan operasi pengaruh untuk mengintervensi pemilihan presiden AS pada 5 November nanti. [Red]#VOA