Kedutaan Besar China di Washington membantah tuduhan peretasan yang ditudingkan oleh AS dan mengatakan hal itu sebagai disinformasi. China juga menyebut AS “asal muasal dan pelaku terbesar serangan siber.”
“Selama beberapa waktu, AS telah mengumpulkan dan menyebarkan segala macam disinformasi tentang apa yang disebut ancaman peretasan China,” kata juru bicara kedutaan Liu Pengyu melalui email kepada VOA.
“Posisi China konsisten dan jelas,” katanya. “China dengan tegas menentang dan memerangi serangan siber dan pencurian siber dalam segala bentuk.”
Kabar mengenai peretasan yang terkait dengan China ini menyusul laporan koran The New York Times pada Jumat bahwa peretas China diperkirakan telah membobol jaringan telekomunikasi untuk menargetkan kampanye Trump.
Penyelidik masih berusaha untuk menentukan data apa yang dapat diperoleh para peretas, jika ada, dan apakah para peretas dapat mendengarkan percakapan Trump atau Vance secara waktu nyata (real time).
Mereka juga mengatakan tim kampanye Trump telah diberitahu.
FBI menolak mengomentari pelanggaran kampanye Trump. Kedutaan Besar China Washington juga menolak berkomentar dan mengatakan kepada VOA, “Kami tidak mengetahui situasi spesifiknya.”









