Mohammadi adalah pelopor protes nasional yang dipimpin perempuan, yang dipicu oleh kematian seorang perempuan berusia 22 tahun ketika berada dalam tahanan polisi. Protes tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu masalah besar bagi pemerintah teokratis Iran. Perempuan itu, Mahsa Amini, ditahan karena diduga tidak mengenakan jilbabnya sesuai keinginan pihak berwenang.
Pernyataan tersebut menuntut pembebasan Mohammadi tanpa syarat, dengan mengatakan bahwa ia menderita penyakit jantung dan kondisi kesehatannya telah memburuk secara drastis selama masa penahanannya yang lama. [Red]#VOA








