Mohammadi adalah perempuan ke-19 yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian dan perempuan Iran kedua setelah aktivis hak asasi manusia Shirin Ebadi pada tahun 2003. Mohammadi (52 tahun), tetap mempertahankan aktivismenya meskipun telah ditangkap berkali-kali oleh pihak berwenang Iran dan dipenjara selama bertahun-tahun.
Ia ditahan di Penjara Evin yang terkenal di Iran, yang menampung tahanan politik dan mereka yang memiliki hubungan dengan Barat. Mohammadi telah menjalani hukuman 30 bulan penjara, yang kemudian ditambah 15 bulan pada bulan Januari. Pemerintah Iran belum mengakui hukuman tambahan tersebut.
Perintah terbaru tersebut mencerminkan kemarahan teokrasi Iran karena Mohammadi dianugerahi hadiah Nobel pada Oktober 2023 atas aktivismenya selama bertahun-tahun. Pemerintah Iran telah melancarkan kampanye yang menargetnya selama puluhan tahun.








