“Sebagaimana yang terlihat di Ukraina dan konflik di Timur Tengah, perang dapat pecah kapan saja,” kata Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, sewaktu menjelaskan mengapa latihan itu diperlukan. Pemimpin Korea Selatan itu telah menggambarkan Korea Utara sebagai “negara paling sembrono dan irasional di dunia.”
Korea Utara secara rutin mengecam latihan bersama tahunan itu, serta menuduh AS dan Korea Selatan sedang berlatih untuk menginvasi Korea Utara.
Pyongyang menjustifikasi program persenjataannya yang kian meningkat sebagai cara “menjaga keseimbangan kekuatan untuk mencegah perang dengan meningkatkan penangkisan terbesar.”








