Pengamat: Efek Perlambatan Ekonomi China Mulai Berdampak ke Indonesia

  • Whatsapp
FILE - Kontainer di terminal peti kemas pelabuhan Yangshan di Shanghai, China, 10 Oktober 2024. (Casey Hall/REUTERS)

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy menilai defisit neraca perdagangan dengan China menandakan bahwa pelemahan ekonomi negeri tirai bambu tersebut telah berdampak pada Indonesia. Apalagi perekonomian China pada kuartal-III diproyeksikan melambat.

“Ekspor yang dilakukan dari Indonesia ke China akhirnya juga ikut mengalami perlambatan dan saya kira satu hal yang ikut mengkonfirmasi terkait perlambatan ekonomi China adalah rilis realisasi investasi beberapa hari yang lalu. Kalau kita perhatikan secara realisasi untuk investasi industri logam dan dasar itu meskipun tumbuh tetapi sedikit terjadi penyesuaian angka. Kenapa? Karena industri logam dasar merupakan produk hilirisasi, terutama nikel dan produk hilirisasi nikel ini banyak yang diekspor ke China. Jadi ketika misalnya permintaan produk hilir dari China melambat, ini akan mempengaruhi injeksi investasi ke sektor tersebut,” ungkap Yusuf ketika berbincang dengan VOA.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain itu, menurutnya perekonomian China sedang dalam tahap penyesuaian yang mana sebelumnya dorongan perekonomiannya berasal dari ekspor dan investasi, kini berasal dari konsumsi rumah tangga. Selain itu, tambahnya, perekonomian China juga terdampak oleh adanya perang dagang.

“Jadi kalau kita perhatikan ada dua faktor utama, pertama terkait perubahan atau switching ekonomi China dan juga sudah ikut melambat, mesin perekonomian atau ekspornya sudah tidak sederas atau sebaik 5-10 tahun yang lalu, dan di saat yang bersamaan faktor-faktor seperti perang dagang yang sudah terjadi, pandemi, ini faktor yang ikut melambatkan perekonomian China sehingga ini juga akhirnya berdampak pada negara emerging market seperti Indonesia,” jelasnya.

Yusuf menyarankan kepada pemerintahan baru kelak untuk memperluas atau melakukan diversifikasi pasar dan tidak terlalu bergantung pada pangsa pasar China.

“Apalagi kita sudah mengambil pelajaran ketika pandemi COVID-19 karena share market ekspor kita sangat besar ke China, dan ketika China terdampak kita akhirnya juga ikut terdampak,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *