Pengamat: Batalkan Kenaikan PPN Jadi 12 Persen

  • Whatsapp
Gedung Kantor Pajak Indonesia di Jakarta, 3 April 2018. (Willy Kurniawan/REUTERS)
Kemacetan lalu lintas di jalan utama menuju pusat kota Jakarta pada 8 Mei 2024 saat kabut asap tipis menyelimuti cakrawala kota. (Foto: BAY ISMOYO/AFP)
Kemacetan lalu lintas di jalan utama menuju pusat kota Jakarta pada 8 Mei 2024 saat kabut asap tipis menyelimuti cakrawala kota. (Foto: BAY ISMOYO/AFP)

“Hampir beberapa indikator ekonomi dan statistik kita kaji, tidak memperlihatkan suatu dampak positif dengan adanya PPN ini. Maka hal pertama adalah tarik kebijakan PPN. Prabowo mungkin nanti bisa melakukan Perppu dengan kondisi dan kekhususan tertentu, sehingga ada banyak sekali dampak negatif dalam variabel ekonomi kita, bisa dicegah dan mitigasi,” tambahnya.

Sembuhkan Kondisi Masyarakat Kelas Menengah

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonom CORE Indonesia Muhammad Faisal mengatakan kebijakan PPN 12 persen ini akan semakin menyulitkan masyarakat kelas menengah, mengingat itu akan berlaku pada banyak layanan dan barang yang biasa dikonsumsi oleh mereka sebelumnya.

“Misalkan pakaian, atau katakanlah barang sekunder (kena PPN 12 persen), ini yang tetap akan memberatkan kelas tengah karena kelas tengah kesulitannya justru adalah disposable income. Jadi, nanti bukan hanya pengeluaran untuk barang tahan lama saja yang turun, tetapi juga sampai tabungannya mengalami penurunan, kemudian pinjaman online itu meningkat tajam,” ungkapnya ketika berbincang dengan VOA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *