Ia menambahkan, kebijakan serupa akan diterapkan pada perumahan lain jika ditemukan kondisi yang sama.
Konektivitas jalan ini tidak hanya menguntungkan penghuni perumahan, tetapi juga warga Desa Jati dan Banjarbendo. Jalan Desa Jati yang hanya selebar empat meter selama ini menjadi jalur padat dan rawan kecelakaan. Dengan dibukanya akses baru, diharapkan arus lalu lintas dapat terbagi sehingga kemacetan berkurang.
Sejumlah warga menyambut positif kebijakan tersebut. Mereka menilai jalan alternatif yang kini terbuka akan mengurangi beban lalu lintas di Desa Jati dan memperlancar mobilitas sehari-hari.








