Pemilu RI di Los Angeles: TPS dengan DPT Terbanyak di AS, Sepi Pemilih

  • Whatsapp
Seorang anggota KPPS) di TPSLN Las Angeles membantu pemilih memasukkan surat suara ke kotak suarai, Sabtu, 10 Februari 2024. Para pemilih di luar negeri hanya bisa memilih calon presiden/calon wakil dan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI. (Foto: Rivan Dwiastono/VOA)

“Ada banyak yang terdaftar di Indonesia dan mereka liburan, terus mereka ngotot minta memilih di sini,” urai Rosdiana.

Ia sendiri memahami kekecewaan mereka yang tidak dapat menyalurkan hak pilih karena terbentur Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2022 dan Keputusan KPU Nomor 55 Tahun 2022 yang melarang turis untuk memilih.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Julia, yang tidak bersedia memberikan nama belakangnya, hampir batal memilih. Ia bersama suami dan mertuanya mendatangi TPS di KJRI Los Angeles pada sore hari untuk menggunakan hak suara mereka.

Awalnya, ia sempat ditolak karena namanya tidak tercantum dalam DPT di Los Angeles. Ia mengatakan, dirinya sudah tinggal di LA sejak lima tahun yang lalu dan mengikuti pemilu 2019 di sana.

Julia mengaku tidak menerima undangan melalui surel untuk mendaftarkan dirinya ke dalam DPT Los Angeles pada masa pendaftaran yang ditutup di akhir Juni tahun lalu. Ia juga tidak mengikuti akun media sosial KJRI LA yang biasa membagikan informasi mengenai pelaksanaan pemilu di Los Angeles.

“Saya old school (kuno, red.),” ungkapnya.

Julia, WNI yang sudah tinggal di Los Angeles sejak lima tahun lalu, sempat ditolak memilih di TPSLN Los Angeles karena tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT), Sabtu, 10 Februari 2024. (Foto: Rivan Dwiastono/VOA)
Julia, WNI yang sudah tinggal di Los Angeles sejak lima tahun lalu, sempat ditolak memilih di TPSLN Los Angeles karena tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT), Sabtu, 10 Februari 2024. (Foto: Rivan Dwiastono/VOA)

Saat diwawancarai VOA setelah ditolak panitia, Julia merasa frustrasi.

“Sistem ini tidak baik, karena mempersulit orang-orang yang mau memilih, dengan alasan kamu sudah terdaftar di kota awal kamu mendaftar sesuai KTP,” ujarnya. “Maaf, saya orang yang rasional, saya nggak mau menghabiskan duit belasan juta untuk tiket pulang-pergi hanya (untuk) memilih satu suara.”

Namun, ketika ia hampir pulang dengan kecewa, ia bertemu dengan salah seorang panitia, yang kemudian mengizinkannya memilih dengan mendaftarkan diri ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

DPK yaitu daftar pemilih yang memiliki identitas kependudukan, tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb.

“Akhirnya saya senang karena berhasil bersuara, tidak merasa diabaikan oleh negara sendiri,” kata Julia.

Saat dikonfirmasi VOA melalui pesan teks mengenai masalah yang dihadapi Julia, Rosdiana mengatakan, “Kami putuskan bersama panwaslu dan saksi, untuk pemilih yang tercatat di dalam negeri, padahal sudah ada bukti domisili di wilayah kerja KJRI LA akan diberikan kesempatan paling terakhir masuk ke DPK.”

Terdapat 15 TPSLN di seluruh Amerika Serikat dengan total 22.822 pemilih, setara 0,01 persen dari jumlah keseluruhan pemilih pada pemilu kali ini.

Penghitungan suara di Los Angeles, seperti di lima kota lainnya di AS – San Francisco, Houston, Chicago, New York dan Washington – rencananya akan dilakukan pada 14 Februari untuk surat suara yang dicoblos di TPSLN, dan pada 15 Februari untuk surat suara yang dikirim melalui pos. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *