“Kalau ke sini kan langsung terkirim (diterima KPPSLN Pos, red.) suaraku. Aku takut aja kalau aku kirim lewat surat (pos) gitu hilang dalam proses pengiriman,” ujar Michelle.
Ketakutannya bukan tanpa alasan. Ia tidak menerima paket pos berisi surat suara miliknya karena pindah alamat rumah.
“Mereka kirimnya ke alamatku yang lama, jadi aku harus ke sini biar dapat surat suaranya,” kata Michelle.
“Jadi akhirnya mereka lapor, ‘kok saya belum terima?’ Jadi kami minta (mereka) datang ke sini, dan kami akan melakukan pemeriksaan lewat paspor mereka, dan kemudian kita akan memberikan surat suara yang baru, tapi mereka harus mengisi surat pernyataan dan kita foto,” ujar Rosdiana.
Rosdiana menambahkan bahwa hal itu sesuai dengan peraturan KPU, yang menyatakan bahwa pemilih pos yang tidak kunjung menerima surat suara akan diberi satu kesempatan lagi untuk mendapatkannya.
Hingga Sabtu, ia mengatakan, ada sekitar 2.000 paket berisi surat suara yang dikembalikan kantor pos kepada panitia.
Keprihatinan Soal Isu Dwi Kewarganegaraan
Di antara para pemilih, tampak pesohor Sarah Azhari yang juga datang ke TPS di Los Angeles bersama anaknya, yang baru pertama kali mengikuti pemilu.
Sarah, yang kini tinggal di LA bersama keluarganya, menyoroti isu dwikewarganegaraan yang memang menjadi salah satu keprihatinan warga diaspora Indonesia selama ini.
“Memang ini merupakan sesuatu yang dilematik, tapi sebagai orang yang punya suami yang kewarganegaraannya berbeda, jadi agak bingung. Kasihan anaknya, karena anaknya bingung mau pilih (kewarganegaraan) yang mana,” ungkap Sarah kepada VOA.
Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, anak dari pasangan warga negara Indonesia (WNI) atau salah satu orang tuanya WNI dapat mengajukan kewarganegaraan ganda terbatas. Setelah usia 18 tahun dan atau telah menikah, anak itu harus memilih kewarganegaraannya. Ia diberi waktu tiga tahun untuk menentukan pilihan tersebut.
“Saya harap calon presiden atau presiden yang akan datang dan juga para calon (anggota) DPR RI atau yang terpilih, saya ingin mereka berpikir untuk ke arah dwi kewarganegaraan,” pungkasnya.
Keluhan Pemilih dan Larangan Bagi Turis
Posko Keluhan bagi pemilih di Los Angeles menerima puluhan keluhan pada Sabtu. Ketua PPLN Los Angeles Rosdiana Susanto mengatakan, banyak di antara keluhan tersebut berasal dari pemilih yang tidak memenuhi syarat untuk memilih di TPSLN.










