Ia menambahkan bahwa warga sipil Afghanistan dan anggota Taliban termasuk di antara para korban. Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Taliban di ibukota Afghanistan, Kabul, menggambarkan jumlah korban sebagai angka awal dan berjanji untuk memberi rincian lebih jauh.
Beberapa sumber lokal di Kunduz, ibukota provinsi dengan nama yang sama, melaporkan jumlah korban tewas yang jauh lebih tinggi. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman maut tersebut, namun kecurigaan mengarah kepada Negara Islam-Khorasan, atau IS-K, sebuah afiliasi yang berbasis di Afghanistan dari jaringan teroris transnasional yang memproklamirkan diri sebagai ISIS.
Serangan ini terjadi sehari setelah pejabat kontraterorisme PBB memperingatkan dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan, Senin (10/2) bahwa IS-K terus menjadi ancaman yang signifikan bagi keamanan regional dan global. IS-K secara rutin menargetkan para pemimpin dan ulama Taliban serta anggota komunitas Syiah Afghanistan di Kunduz dan di tempat lain di negara itu.
Dalam sebuah serangan yang jarang terjadi bulan lalu, orang-orang bersenjata IS-K menyergap dan membunuh seorang pejabat perusahaan pertambangan China di provinsi Takhar, Afghanistan timur laut.








