“Untuk membeli frezer harganya mahal, tidak sebanding dengan penghasilan yang hanya cukup digunakan kebutuhan sehari-hari,” kata Deni saat sambat ke Plt Bupati Sidoarjo Subandi yang datang bersilaturrahmi di rumahnya, Desa Kedungpeluk, Kamis (05/9/2024).
Deni mengatakan usaha olahan bandeng presto dan otak-otak bandeng masih belum berkembang dengan baik. Dia hanya memproduksi jika ada pesanan dari pelanggan saja. Sehari hanya kisaran 20 sampai 25 ekor saja.
“Harga bandeng presto kami jual Rp 15 ribu per-ekor, itupun nunggu pesanan dari pelanggan dulu,” ujarnya.








