
Pejabat Keamanan: Garda Revolusi Iran Larang Perangkat Komunikasi Usai Serangan ke Hizbullah

Teheran telah mengembangkan transmisi radio kelas militernya sendiri melalui industri pertahanannya untuk menghindari ketergantungan pada impor asing, terutama karena sanksi Barat yang dijatuhkan pada Teheran atas program nuklirnya, tambahnya.
Namun, Iran pada masa lampau pernah mengimpor perangkat komunikasi dari negara-negara seperti China dan Rusia, bahkan Jepang.
Iran dan Israel terlibat dalam perang bayangan selama beberapa dekade, saling menuduh melakukan sabotase dan merencanakan pembunuhan.
Konflik, termasuk yang melibatkan Israel dan Hizbullah, makin memanas dalam setahun terakhir, terutama terkait dengan perang di Gaza. Perang itu pecah setelah kelompok Hamas Palestina menyerang komunitas Israel di selatan pada 7 Oktober.
Iran dan Hizbullah menuduh Israel bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran dan komandan militer senior Hizbullah, Fuad Shukr, di Beirut beberapa jam sebelumnya pada Juli. Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah membunuh Shukr, tetapi belum mengakui keterlibatan dalam kematian Haniyeh.
Iran tidak mengakui hak Israel untuk eksis. Khamenei sebelumnya menyebut Israel sebagai “tumor kanker” yang “tidak diragukan lagi akan dicabut dan dihancurkan.”
Israel menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial dan menuduh negara tersebut secara diam-diam berusaha mengembangkan senjata nuklir. Meskipun demikian, Iran membantah bahwa mereka sedang berusaha membuat bom nuklir. [Red]#VOA








