Pejabat Keamanan: Garda Revolusi Iran Larang Perangkat Komunikasi Usai Serangan ke Hizbullah

  • Whatsapp
Orang-orang berkumpul di sekitar ambulans yang membawa korban luka akibat pager genggamnya meledak, di pintu masuk gawat darurat rumah sakit Universitas Amerika di Beirut, Lebanon, Selasa, 17 September 2024. (Foto: AP)
Berbagai mesin sentrifus berjejer di di Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz, 322 km selatan ibu kota Teheran, Iran, 11 April 2021. (Foto: via AP)
Berbagai mesin sentrifus berjejer di di Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz, 322 km selatan ibu kota Teheran, Iran, 11 April 2021. (Foto: via AP)

Insiden itu memicu kekhawatiran di kalangan penguasa Iran. Pejabat IRGC segera berkoordinasi dengan Hizbullah untuk melakukan penilaian teknis, dan beberapa perangkat yang meledak dikirim ke Teheran guna diperiksa oleh para pakar Iran.

Fasilitas Rudal dan Nuklir

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Seorang pejabat Iran lainnya menambahkan bahwa perhatian utama Republik Islam saat ini adalah melindungi fasilitas nuklir dan rudal, terutama yang terletak di bawah tanah.

“Namun, sejak tahun lalu, langkah-langkah keamanan di lokasi tersebut telah ditingkatkan secara signifikan,” ungkapnya. Ia merujuk pada pengetatan keamanan setelah otoritas Iran menuduh Israel mencoba menyabotase program rudal Iran pada 2023. Israel hingga kini belum memberikan komentar terkait tuduhan tersebut.

“Tidak pernah ada keamanan yang ketat dan langkah-langkah ekstrem seperti sekarang,” tambahnya, menunjukkan bahwa tingkat keamanan terus ditingkatkan secara signifikan setelah insiden ledakan pager di Lebanon.

IRGC adalah kekuatan politik, militer, dan ekonomi yang sangat berpengaruh di Iran, memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Korps elit itu, yang memiliki pasukan darat, laut, dan udara sendiri untuk mengawasi senjata strategis Iran, dibentuk setelah Revolusi Islam 1979. Tujuan utama IRGC didirikan adalah untuk melindungi sistem pemerintahan ulama.

IRGC memberikan pengaruh di Timur Tengah melalui sayap operasi luar negerinya, Pasukan Al Quds, dengan ikut membantu memasok dana, senjata, teknologi, dan pelatihan kepada kelompok sekutu: Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, dan milisi di Irak.

Militer Iran menggunakan berbagai perangkat komunikasi terenkripsi, termasuk walkie-talkie, untuk memastikan komunikasi yang aman, kata sumber Iran. Meskipun model dan merek yang digunakan mungkin berbeda-beda, peralatan komunikasi militer Iran biasanya dikembangkan secara domestik atau diperoleh dari kombinasi pemasok lokal dan asing.

Ia mengatakan angkatan bersenjata Iran telah lama tidak menggunakan pager selama lebih dari dua dekade.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *