“Sebanyak 24 pasien telah dievakuasi dari Al Amal ke sebuah rumah sakit di Rafah di mana mereka dapat menerima perawatan,” kata Laerke. “Dan beberapa di antaranya, jika tidak semuanya, perlu menjalani operasi, yang mana hal itu tidak dapat dilakukan di Rumah Sakit Al Amal.”
Lindmeier mencatat pada insiden pada hari Minggu itu bukanlah insiden serupa pertama. Ia mengatakan sebanyak delapan konvoi juga dihalangi untuk dapat mengangkut pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
“Para pekerja kemanusiaan telah diganggu, diintimidasi, atau ditahan oleh pasukan Israel, dan fasilitas kemanusiaan telah diserang,” ujarnya. [Red]#VOA








