PBB, Pemimpin Dunia Khawatirkan Eskalasi Kekerasan antara Israel dan Hizbullah

  • Whatsapp
Tank-tank dan kendaraan lapis baja Israel disiagakan di wilayah Galilea Atas di Israel utara dekat perbatasan dengan Lebanon, hari Minggu 29 September 2024.

“Sejak peristiwa dimulai pada Oktober 2023, sudah ada 1.640 martir yang gugur, termasuk 104 anak-anak dan 194 perempuan, serta 8.408 luka-luka, dan perlu kami sampaikan bahwa masih ada martir di bawah reruntuhan, orang-orang yang dinyatakan hilang dan mayat-mayat,” kata Abiad.

Penjabat perdana menteri Lebanon Najib Mikati mengadakan rapat kabinet pada Sabtu malam. Ia mengutuk sikap Israel yang mengabaikan hukum dan legitimasi, dan mengutip serangkaian serangan di Beirut selatan sebagai bukti nyata. Mikati menegaskan kembali seruannya kepada masyarakat internasional agar berupaya menghentikan agresi Israel dan memaksanya mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Apapun yang terjadi dan tidak peduli berapa lama perang ini berlangsung, kita akan kembali ke Resolusi PBB nomor 1701. Jadi, mari kita hindari pertumpahan darah dan kembali ke resolusi itu. Militer Lebanon siap melaksanakan resolusi ini,” ujar Mikati.

Pada hari yang sama, kelompok militan Palestina, Hamas, dan kelompok Houthi di Yaman mengeluarkan pernyataan berduka atas kematian Nasrallah dan mengutuk tindakan agresi Israel. Hamas menuduh Israel secara terbuka mengancam keamanan dan perdamaian internasional, dan menjanjikan solidaritas dengan Hizbullah untuk melawan agresi Israel. Kelompok Houthi menggambarkan meninggalnya Nasrallah sebagai “kerugian besar” dan “kutukan yang akan menghantui Israel hingga Israel musnah.”

Perdana Menteri Irak Mohammed Shia’ al-Sudani selain mengutuk serangan udara Israel, mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk menghormati “kemartiran” Nasrallah.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan Israel membunuh pemimpin Hizbullah, dengan mengatakan hal tersebut akan membawa konsekuensi yang sangat buruk bagi Lebanon dan seluruh Timur Tengah. Rusia meminta Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya mediasi damai. [Red]#VOA