Namun, Duta Besar Swiss mengatakan bahwa konferensi tentang Ukraina tersebut tidak ditujukan untuk melawan Rusia.
“Ini tentang menawarkan platform kepada berbagai negara sehingga mereka dapat mengekspresikan sudut pandang mereka dan membuat proposal,” kata Baeriswyl.
“Agar (kita) dapat bergerak maju dan berkontribusi dalam mempersiapkan kemungkinan pembicaraan perdamaian di masa mendatang antara para pihak (yang berperang),” tukasnya.
Sementara, sekutu dekat Rusia, China, mengatakan bahwa mereka menginginkan solusi politik yang damai untuk krisis tersebut, tetapi menolak undangan ke konferensi tersebut karena Rusia tidak diundang.
Amerika Serikat telah menyuarakan dukungan yang kuat untuk konferensi Swiss tersebut. Wakil Presiden Kamala Harris diperkirakan akan hadir.
“Kami menyesalkan Rusia tidak menunjukkan dukungan atau kesiapan untuk negosiasi dengan itikad baik atau keterlibatan dalam perdamaian yang langgeng,” kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood.
“Kami berharap ini akan berubah dan memungkinkan pertemuan puncak kedua yang sukses dengan (melibatkan) partisipasi Rusia,” pungkasnya. [Red]#VOA








