Pertempuran selama enam bulan telah menyebabkan kerusakan yang meluas dan memaksa mayoritas penduduk Gaza mencari perlindungan di kawasan Rafah dekat perbatasan Mesir.
“Tidak ada area di Jalur Gaza yang terhindar dari pemboman Israel. Hampir 1,7 juta warga masih terus terpaksa mengungsi, hidup dalam kondisi yang mengerikan dan berada dalam ancaman terus menerus,” tambah Shamdasani.
Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby mengatakan pada Senin, bahwa jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dan bahwa AS ingin melihat bantuan tersebut berkesinambungan.
Sekitar 100 truk telah memasuki wilayah yang terkepung itu dalam 24 jam, kata Kirby kepada MSNBC, yang menjadikan total ada 2 ribu pengiriman bantuan dengan truk sejak konflik ini dimulai.








