“Kelompok ISIS Khorasan ini adalah kelompok yang juga dikenal sebagai ISK (Islamic State of Khorasan) adalah cabang regional dari kelompok Salafi jihadis atau Salafi Takfiri yang aktif di Asia Tengah, Asia Selatan terutama di Afghanistan dan Pakistan. Wilayah kekuasaan mereka mencakup bagian dari wilayah bersejarah khorasan, dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang ada dan mendirikan sebuah khilafah yang diatur menurut syariat Islam yang ketat dan mereka merencanakan untuk diperluas melampaui serangan tersebut,” ujarnya.
Ditambahkannya, mereka dikenal kerap menyerang aparat pemerintah, diplomat dan penganut Syiah yang umumnya berasal dari suku Hazara. Mereka juga suka menyerang TPS ketika hari pemilihan umum.
“ISK ini bertanggung jawab atas rangkaian serangan terhadap warga sipil di Afghanistan dan Pakistan terutama terhadap umat Islam Syiah, politisi dan pegawai pemerintahan dan orang-orang yang ikut dalam pesta demokrasi,” tambahnya.
Lebih jauh pakar terorisme dan antropologi politik ini mengatakan ada pesan yang ingin disampaikan oleh kelompok itu pada penyerangan yang dilakukan terhadap negara yang diplomatnya berada dalam iring-iringan korps diplomatik itu. Yaitu bahwa nyawa mereka di ujung tanduk dan keberadaan mereka tinggal sesaat seiring lenyapnya demokrasi di negara mereka. [Red]#VOA









