Rencana ini menuai beragam tanggapan. Sebagian masyarakat menilai langkah tersebut sebagai inovasi untuk menghadapi krisis energi, sementara pihak lain mengkhawatirkan efektivitas kerja ASN dan kualitas pendidikan daring. Pemerintah menegaskan kebijakan tidak akan diterapkan secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian mendalam yang mencakup kesiapan internet di daerah, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta evaluasi pengalaman serupa saat pandemi.
Keputusan final mengenai penerapan WFA dan sekolah daring akan menjadi penentu keseimbangan antara efisiensi energi nasional dan keberlanjutan layanan publik. Jika dijalankan dengan matang, kebijakan ini berpotensi menjadi solusi jangka pendek sekaligus membuka jalan bagi sistem kerja dan pendidikan yang lebih fleksibel di masa depan.








