BOJONEGORO | DN – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat rutin sekaligus ajang silaturahmi antaranggota di kediaman pimpinan Media Trans Bojonegoro, Munir, yang berada di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam pertemuan itu, PJI Bojonegoro membahas sejumlah agenda organisasi dan program sosial kemasyarakatan, salah satunya rencana bantuan pemasangan listrik bagi warga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri di rumah mereka.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata insan pers terhadap kondisi masyarakat kecil, terutama warga yang masih mengalami keterbatasan akses penerangan. Kehadiran listrik dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, pendidikan anak, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua PJI Kabupaten Bojonegoro, Anam, mengatakan bahwa rapat rutin tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas antaranggota di tengah perkembangan dunia jurnalistik yang semakin dinamis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menjaga kekompakan organisasi sekaligus mendorong kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya warga yang belum memiliki akses listrik secara mandiri,” ujar Anam.
Ia menambahkan, PJI Bojonegoro berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PJI Kabupaten Lamongan, Ir. Handoyo. Dalam kesempatan itu, Handoyo mengapresiasi langkah sosial yang dilakukan PJI Bojonegoro.
Menurutnya, jurnalis tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pertemuan seperti ini sangat positif untuk mempererat hubungan antarjurnalis sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Program bantuan listrik bagi warga kurang mampu menjadi langkah yang patut didukung bersama,” kata Handoyo.
Sementara itu, Dewan Penasehat PJI Bojonegoro, Sutrisno, juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh anggota yang hadir. Pria yang akrab disapa Mbah Alex itu mengingatkan pentingnya menjaga etika profesi, solidaritas, serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat kecil.
“Jurnalis tidak hanya bertugas membuat berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Karena itu, silaturahmi dan kepedulian sosial harus terus dijaga,” tuturnya.
Selain membahas program bantuan sosial dan perkembangan media lokal, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan emosional antaranggota PJI Bojonegoro.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, dengan harapan organisasi semakin solid serta mampu terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia jurnalistik di Kabupaten Bojonegoro. [Bed]








