Nirwono memproyeksikan investor yang sudah terlanjur menanamkan modal di IKN, akan sangat berhati-hati melanjutnya investasi di sana.
“Bagi investor ini, bisa dikatakan masa untuk menahan diri. Walaupun mereka sudah terlanjur mereka akan lebih hati-hati, tidak ngebut, tunggu dulu sampai dengan Oktober. Artinya buat pembangunan IKN benar-benar semuanya tergantung sepenuhnya dari pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR. Artinya yang akan kita lihat keberhasilannya sampai dengan Agustus istilahnya adalah lebih karena pekerjaan infrastruktur dasar kota oleh Kementerian PUPR yang sudah kelihatan. Buat investor, dia hanya akan berani menunggu kondisi sampai dengan kondusif, karena ini tidak kondusif sebenarnya,” jelasnya.
Menurutnya, hal realistis yang bisa dilakukan oleh pemerintah, terutama oleh Menteri PUPR Basuki adalah fokus menyelesaikan infrastruktur dasar kota. Basuki sedianya tidak dibebani tugas untuk menyelesaikan permasalahan investasi dan lahan, karena bukan bidang kerja yang dikuasainya selama ini.
“Yang harus dipastikan menurut saya lebih realistis saja, investasi kita tinggalkan, kemudian tanah kita tahan, fokus sampai dengan Oktober infrastruktur dasar diselesaikan dulu, baru setelahnya dipikirkan ulang bagaimana kelanjutan investasi, karena suka tidak suka untuk investasi dan tadi untuk masalah dengan lahan bisa ditunda. Bukan urgensi untuk kondisi saat ini, jadi beresin dulu infrastruktur dasar karena ini mau upacara 17 Agustus,” pungkasnya.
Bursa Belum Terpengaruh
Saat penutupan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat. Hal ini tampaknya mengikuti penguatan bursa saham di kawasan Asia. Pengunduran diri ketua dan wakil ketua OIKN tampaknya belum berdampak ke lantai bursa.
Dikutip dari berita pasar bursa dan kantor berita ANTARA, IHSG ditutup menguat 65,44 point atau 0,94 persen ke posisi 7.036,18.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 16,85 poin atau 1,93 persen ke posisi 888,28. [Red]#VOA









